Mencari Gajah Mada

Gajah Mada karangan Langit Kresna Hariadi

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati sejarahnya” mungkin itu kata yang cocok untuk memulai tulisan saya kali ini. Bagaimana tidak, sejarah menunjukkan bahwa sebelum republik ini terbentuk pernah berdiri Majapahit yang merupakan kerajaan terbesar yang menyatukan seluruh bagian dari republik ini bahkan hingga filiphina dan Malaka. Keberhasilan Bumi Wilwatikta atau Majapahit tidak bisa lepas dari sosok Gajah Mada, seorang mahapatih yang memiliki andil yang sangat besar dalam menyatukan nusantara.┬áDalam buku karangan Langit Kresna Hariadi yang berjudul Gajah Mada dipaparkan tentang heroisme dan nasionalisme seorang Gajah Mada.

Dalam bukunya Hariadi menampilkan banyak sekali gambaran pemikiran dari Gajah Mada, setiap runtutan peristiwa dikisahkan secara detil. Ketika saya membaca, saya merasakan berada ditengah-tengah jaman itu, aroma kentalnya politik, kekuasaan serta pengabdian yang masih dijunjung, dan kesetiaan pasukan pengawal khusus Bhayangkara. Bhayangkara adalah nama sebuah kelompok pasukan yang dibentuk untuk mengawal dan menjaga keselamatan keluarga kerajaan, pasukan yang memiliki daya gerak yang tinggi, kemampuan menerjemahkan telik sandi, dan mampu bertempur disegala medan ini dipimpin oleh Gajah Mada.

Dan hingga disuatu bagian cerita dimana, tercipta sumpah dari seorang Gajah Mada, dalam sumpah amukti palapa. Sumpah amukti palapa merupakan sumpah yang dilontarkan Gajah Mada untuk tidak akan bersenang-senang sebelum nusantara berhasil dipersatukan dibawah panji-panji kebesaran Majapahit. Menutup halaman terakhir dari buku tersebut, pikiran saya berlari bebas. Saya membayangkan jika saat ini muncul sosok Gajah Mada, alangkah amannya negeri kita. Indonesia telah kehilangan Gadjah Mada nya. Orang-orang pintar tidak dianggap, yang berkuasa hanya kepentingan dan uang. Kini politik negeri kita sepertinya sudah berubah warna, mana yang putih dan mana yang hitam? menurut saya semuanya abu-abu.

Setelah membaca buku ini, hati saya tergugah untuk memulai dari diri sendiri makna-makna dari sumpah palapa itu. Kita membutuhkan Gajah Mada Baru! Diakhir tulisan saya ini, saya ingin mengajak kepada seluruh pembaca, tidak peduli apapun agama, ras, dan budaya kita mari bersatu. Selamatkan Nusantara kita, kebanggaan Majapahit yang telah susah payah dibangun dan dibayar dengan darah dan nyawa. Perbedaan bukanlah halangan bagi kita untuk bersatu, perbedaan dibuat bukan untuk memecah, tapi mempersatukan, dan itulah kita Indonesia! Memang sangat aman jika sebuah kapal ditepian dermaga, tapi kapal tidak dibuat untuk itu, kapal dibuat untuk mengarungi lautan mengantarkan tuannya kepada suatu tujuan, Bhineka Tunggal Ika

Prasasta Adi Putra, 2010

About these ads

2 thoughts on “Mencari Gajah Mada

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s