Secangkir Kopi bersama Sapardi Djoko Darmono

IMG_20130812_131533“Manisnya hidup kita yang tentukan”, kata sebuah iklan gula rendah kalori terus terbayang di pikiran saya. Memulai pagi itu agak sedikit berat, apalagi di hari Senin. Kalau kata Creative Junkies, Yoris Sebastian, “I Love Monday”, mungkin ini sejenis sugesti yang antitesis, tapi hari itu sedikit berbeda, bangun dengan kondisi yang kurang fit, ah jalani saja. Suasana pagi memang menjadi obat yang ampuh bagi sebagian orang untuk memulai semangat baru, atau setidaknya me-reycle semangat lama agar tak mudah kendur.

Continue reading

Rayuan Batang Hari

Image

“Berlayar”, Posted in Instagram @putuprasasta

Rumus Ngebolang = Cintai (Budayanya +Alamnya + Orangnya)”

Akhirnya dapet kesempatan nge-“bolang” lagi setelah sekian lamanya pelampiasan sesi Weekend hanya berujung pada lembar- lembar resensi beberapa dari beberapa buku Goodreads Year Challenge 2013. Yaa… bagi saya ngebolang adalah bagian dari refresh setelah workdays, karena alam adalah satu-satunya hiburan yang tak kehabisan akal untuk membuat kita kagum akan keindahannya.

Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Desa Seberang Sungai Batang Hari, Jambi. Jambi yang dikenal dengan wilayah hutan dan sungai yang luas ternyata banyak menyimpan keunikan budaya. Mulai dari kuliner, arsitektur, gaya hidup, hingga kesenian tradisional. Sambil bersilaturahmi dan ngebolang, mungkin itulah yang cocok untuk menggambarkan hari ini.

Continue reading

Memulai Sebuah Perubahan (Hidup)

Image

City of Hope, Batang Hari Jambi

Memulai sebuah perubahan seperti menghembuskan hawa baru untuk sesuatu yang lebih baik. Mau untuk berubah menunjukan konsistensi diri untuk terus berkembang dan menyesuaikan diri. Merujuk sejenak pada konsep Teori Darwin, yaitu spesies yang mampu bertahan adalah spesies yang mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Perubahan adalah mutlak bagi setiap proses yang terus bergulir, bak roda yang berputar, dinamisme adalah aturan main dalam setiap proses. Begitu juga tentang hidup dan kehidupan. Tak ada yang mengira kaki kecil ini menapakkan jejaknya di tanah yang menjadi atap Sumatera, Jambi.

Continue reading

Surat Untuk Sahabat

Image

Keluarga Besar DJKN 2012

 

“Indonesia tanah air beta, Pusaka Abadi nan jaya…

Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda,

Tempat berlindung di hari tua..

Sampai akhir menutup mata”

 Kepada dirimu yang akan menempuh perjalanan mengarungi Nusantara.

Sahabat, kita telah terpilih untuk memasuki suatu pintu yang sama, mungkin kata orang “impian”, bagi orang tua kita mungkin “harapan”, bagi sebagian mereka adalah “tanggung jawab”, namun bagiku adalah “sebuah keluarga”.  Aku tahu setiap pertemuan adalah awal dari perpisahan, kita tak bisa menolak, itu pasti terjadi. Namun kita bisa menyimpan kenangan untuk kau ceritakan pada anak cucumu. Ceritakanlah tentang senyum lebarmu  ketika menghampiri mesin ATM di awal bulan, lalu saat menyambut senja dalam kemacetan ibu kota, prestasi gemilangmu mengharumkan rumah tempat kita bernaung saat ini, tentang perjalanan kita mencintai negeri ini lebih dalam, hingga senyum tipis melihat isi dompet ketika akhir bulan.

Continue reading

Mencintai Indonesia Lebih Dalam

Image

 Belakangan saya semakin menikmati perjalanan pendakian gunung. Bagi saya  setiap perjalanan yang telah terjadi adalah sebuah pencapaian, sederhananya saya telah melewati batas-batas keraguan dalam diri saya. Beberapa hari yang lalu saya dan 37 orang teman sekantor melakukan perjalanan ke Garut, Jawa Barat. Tujuan kami adalah melakukan pendakian Gunung Papandayan. Salah satu gunung yang terkenal dengan eksotisme kawah belerang, taman edelweis Tegal Alun dan Hutan Mati.

Perjalanan saya kali ini rada ekstrim, pasalnya perjalanan 7 jam yang saya tempuh dari Jakarta menuju Garut dilewati diatas truk dengan bak terbuka. Udara dingin jalanan menerobos masuk begitu saja, tapi sensasinya luar biasa. Mengutip kata-kata Agustinus Wibowo, “Perjalanan adalah sebuah kebebasan”. Saya benar-benar merasakannya, membiarkan angin jalan menyapu wajah, melihat ke atas, dengan mata tertutup, menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan itulah yang saya lakukan.

Continue reading

Peran Keluarga Menyikapi “anak yang tidak naik kelas dan ranking terbawah”

Sore itu obrolan di timeline twitter saya sangat beragam, ada yang meributkan masalah artis yang terjerat kasus arkoba, euforia menjelang laga El Clasico, sharing tentang daily activity, hingga suatu obrolan mas @bukik tentang “masalah menyikapi anak yang tidak naik kelas dan ranking terbawah di sekolah”. Bagi saya topik yang diangkat sangat menarik, karena masalah-masalah seperti ini enggan untuk dibicarakan, baik oleh orang tua maupun khalayak ramai. Saya memang belum pernah mengalami “tidak naik kelas & ranking terbawah” secara langsung, namun adik saya pernah mengalami masa-masa berada di ranking terbawah.

“@bukik Temukan Kekuatannya, Bangkitkan Rasa Bangganya RT @putuprasasta Bagaimana cara memotivasi anak dengan ranking terbawah agar bisa bangkit ?”

Saat itu saya dan orang tua sebenarnya agak shock dengan hasil rapor adik, mengingat dalam belajar dia tak pernah “neko-neko”, dan selalu proaktif dalam kegiatan belajar di kelas. Adik yang mengetahui hasil rapornya seperti itu tentu saja kecewa. Kami sekeluargapun merasakan hal yang sama, namun semuanya telah terjadi dan yang bisa kami lakukan adalah melakukan “perbaikan”.

Continue reading