Satu Jam Lebih Lama

bayangkan anda pernah melakukannya?

“Time is the coin of your life. It is the only coin you have, and only you can determine how it will be spent. Be careful lest you let other people spend it for you”  Carl Sanburg

Suatu saat seorang teman pernah bertanya sesuatu melalui statusnya di salah satu jejaring sosial, “Kenapa sehari 24 Jam?” Ya, memang pertanyaan yang standar saat itu.

Dalam hati saya hanya tertawa, sepertinya hal itu tidak perlu diragukan lagi. Saat umur kita menjelang remaja, masalah waktu sangat identik dengan jam sekolah. Menjelang dewasa, masalah waktu sangat identik dengan pekerjaan. Dan saat tua, tidak bisa dipungkiri waktu sangat identik dengan keluarga dan berkumpul bersama.

Apalah artinya waktu sedetik yang telah berlalu? Sangat tidak berharga bukan. Ya, Anda bisa berpikir seperti itu ketika anda merasakan waktu semenit itu sangatlah cepat, saat ada sedang jemu menunggu  tentu lain lagi ceritanya. Saya pun demikian. Kebiasaan lama untuk menunda pekerjaan memang suatu hal yang mengasyikan bila dilakukan. Seringkali kehebatan perencanaan selalu dikalahkan kekuatan untuk menundanya, dan setelah itu penyesalan menutup akhir ceritanya. Sebuah cerita yang lumrah terdengar. Jika saja penyesalan datang lebih awal, mungkin berbeda akhirnya. Tapi, ya sudahlah jalani saja dan nikmati waktu itu, bisa jadi ini kesempatan terakhir Anda untuk melakukannya.

Coba Anda bayangkan waktu satu detik bagi seorang dokter yang menutup luka kritis pasiennya, waktu satu menit bagi orang yang tertinggal pesawat, waktu satu jam bagi seorang mahasiswa yang sedang mengikuti ujian, dan waktu satu hari bagi seorang loper koran yang mengandalkan hidupnya pada lembaran koran yang dijualnya setiap hari. Bagaimana jika mereka kehilangan waktu tersebut? Dan Bagaimana jika Anda adalah salah satu bagian dari mereka? Akankah anda akan melewatkan barang semenitpun waktu itu?

Hal inilah yang merubah pandangan saya atas segala hal yang dulu sangat saya remehkan kehebatannya. Mungkin ini terakhir yang ingin saya tanyakan kepada anda, Jika anda punya waktu satu jam lebih lama dari 24 jam sehari, apa yang anda lakukan? Anda mungkin akan menjawab “belajar lebih banyak” ketika anda akan mengikuti ujian akhir kampus anda. “Beristirahat dan tidur” jika anda adalah seorang businessman yang 24 jam anda dipenuhi urusan bisnis dan mengabaikan orang-orang disamping anda. Namun saya yakin anda akan menjawab “Berkumpul dengan keluarga”, Ketika anda adalah seorang rantauan yang merindukan tanah kelahiran Anda.

Semoga kita semua tersadar akan pentingnya waktu, dan memanfaatkannya dengan baik, karena ia hanya berlalu, dan tak mungkin kembali.

4 thoughts on “Satu Jam Lebih Lama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s