Hidup Terbalik

Satu jam bukan waktu yang sebentar jika kita menunggu sesuatu. Satu semester adalah waktu yang terasa cukup lama untuk halaman-halaman sebuah buku akuntansi. Tapi waktu 20-30 tahun, mungkin terasa sebentar untuk mempelajari diri kita sendiri, banyak hal yang mungkin belum kita mengerti, ditengah trend kehidupan kita untuk mengerti dan masuk dalam kehidupan orang lain.

Semua orang punya mimpi dan harapan, tapi terkadang dikalahkan oleh keinginan untuk menundanya. Banyak yang suka keteraturan dalam hidup, namun mereka sering jenuh dengan rutinitas mereka. Banyak anggapan mengikuti alur yang biasanya dilakukan adalah sesuatu yang mendekati benar, namun berbeda dengan beberapa kata dibawah ini, sesuatu yang membuat anda berpikir kembali, dan menyegarkan imajinasi kita.

Hidup itu sulit

Hidup menghabiskan banyak waktu, semua akhir minggu dan apa yang kau dapatkan pada akhirnya?

…..kematian, adalah hadiah yang hebat.

Kurasa daur kehidupan itu terbalik.

Kau mestinya mati dulu, singkirkan dulu hal itu.

Lalu kau tinggal dua puluh tahun dirumah jompo.

Kau diusir kalau sudah terlalu muda,

Kau mendapatkan jam emas lalu mulai bekerja.

Kau bekerja empat puluh tahun sampai kau cukup muda untuk menikmati pensiun.

Kau kuliah, kau berpesta sampai kau siap untuk SMU,

Kau menjadi remaja, kau bermain, kau tak punya tanggung jawab.

Kau menjadi anak kecil, kau kembali ke rahim,

Kau melewatkan Sembilan bulan terakhirmu melayang-layang.

Dan kau berakhir sebagai sinar di mata seseorang.

Dari seorang sahabat Norman Glass

Semoga bisa menginspirasi🙂

4 thoughts on “Hidup Terbalik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s