Dalam Doa Mereka

Apalah artinya sebuah lilin jika dia tak mampu menerangi dunianya. Apalah artinya sebuah pengharapan ketika ia dikalahkan oleh keinginan untuk menundanya, dan Apalah artinya kita, saat kita belum bisa berbagi meskipun itu hanya seutas doa. Nafas manusia memang tak ada yang tahu. Entah sepuluh menit lagi, sejam, sehari, atau  sebentar lagi Dia memanggil kita, siapa yang tahu. Tak ada yang pernah berharap untuk menemui suatu rintangan atau bencana, tapi hal itu adalah soal wajib dalam ujian kenaikan kualitas diri kita.

Seorang kawan seperjuangan pernah mengirim pesan singkat kepada saya ketika kami berpisah untuk melanjutkan sekolah kami masing-masing, “Semua sangat cepat, semoga suatu saat kita bisa ketemu lagi dengan nama yang berbeda, selamat jalan” “Terimakasih” Jawab saya singkat. Tidak ada yang special, layaknya seorang sahabat yang bertahun-tahun bersama, hari masih panjang, dan kita akan bertemu lagi, dalam benak saya. Namun ternyata itu adalah “Terimakasih” saya yang terakhir untuknya, beberapa bulan setelah itu dia pergi untuk selamanya.

Jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada orang-orang disekitarmu atas doa mereka yang menguatkan kita, karena bisa jadi itu adalah untuk yang terakhir kalinya. Terimakasih untuk kedua orang tua, keluarga, dan sahabat . Hadiah terindah hari ini bagi saya adalah saat ada dalam doa-doa mereka.

Selamat datang hari yang baru, 1 november 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s