Pendidikan Karakter Civitas Akademika

Dewasa ini kredibilitas Kementrian Keuangan sedang menjadi perhatian publik. Bagaimana tidak, beberapa saat kita dihebohkan oleh kasus Gayus Tambunan, mafia pajak, hingga timbulnya analogi di masyarakat bahwa Kemenkeu sebagai “lahan basah”. Menjawab tantangan tersebut, kita sebaiknya kembali kepada penjelasan visi dan misi Kemenkeu, menempatakan peningkatan kualitas sumber daya manusia pada prioritas utama. Hal ini tertuang dalam critical success factors dari Kemenkeu dimana pada bagian pertama disebutkan “cukup tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas untuk tugas-tugas departemen”.

Pengembangan kualitas sumber daya manusia dapat dilakukan melaui training (pelatihan) dan education (pendidikan). Education merupakan presentasi konsep-konsep dan informasi dengan tujuan menanamkan knowledge, sedangkan training adalah pengembangan skill dan kompetensi dibidang tenaga kerja (Fitz-enz, 1984). STAN sebagai suatu sekolah tinggi kedinasan, memiliki andil dalam hal ini. Bagaimana tidak, output pendidikan tinggi kedinasan ini nantinya akan mengisi formasi golongan II PNS di lingkungan Kemenkeu.

Tentu tak ada yang meragukan kualitas intelektual dari para lulusan STAN, berada dalam sistem penyaringan USM yang ketat, perkuliahan yang menerapkan sistem DO, dan penerapan integritas dan kejujuran yang konsisten, sepertinya sudah sangat “mumpuni” untuk terjun kedalam dunia kerja. Namun, apakah hanya sebatas kemampuan intelektual yang diperlukan dalam dunia kerja? Jika dianalogikan, sangat ironis bukan jika seekor macan terlihat seperti kucing diluar kandangnya? Bahkan macan itu takluk dan tunduk pada sekolompok kucing tersebut. Ya, bisa jadi integritas dan kejujuran yang ketika masa kuliah adalah harga mati, berubah menjadi tawar-menawar ketika memasuki dunia kerja.

Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter merupakan salah satu solusi untuk mengatasi problema tersebut. Mengapa karakter penting? Dalam kajian strategic human resources management, competitive advantage akan dapat dibentuk melalui SDM yang “VRIO” : Valuable, Rare, difficult to Imitate, dan didukung Organizational structures yang baik (Wright & Barney, 1998). Dengan karakter individu yang kuat, bukan tidak mungkin terjaminnya kemampuan survive dalam suatu kondisi tertentu, termasuk dalam hal integritas dunia kerja.

Secara akademik, pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerrti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang tujuannya mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik itu, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati.  Karena itu muatan pendidikan karakter secara psikologis mencakup dimensi moral reasoning, moral feeling, dan moral behaviour (Lickona:1991)

Banyak cara untuk mengembangkan pendidikan karakter dalam lingkungan akademika, diantaranya sekolah sebagai leading sector berupaya memanfaatkan dan memberdayakan semua lingkungan belajar yang ada, dan menerapkan pendekatan intervensi dan habituasi. Intervensi merupakan pengembangan suasana interaksi belajar dirancang untuk mencapai tujuan pembentulkan karakter (structured learning experiences). Sementara itu dalam habituasi diciptakan situasi dan kondisi (persistence life situation) yang memungkinkan peserta didik membiasakan diri berprilaku sesuai nilai dan menjadi karakter yang telah diinternalisasi dan dipersonalisai dari dan melalui proses intervensi. Kedua proses tersebut, intervensi dan habituasi harus dikembangkan secara sistemik dan holistik. Semoga dengan pemahaman pendidikan karakter, tercipta kualitas SDM yang lebih baik dan memiliki value added, sehingga kita terus mampu berkontribusi positif untuk bangsa dan negara.

Salam

Tulisan ini dimuat pada Majalah Civitas Edisi 15/Tahun VII/Minggu II Februari/2011/Halaman 14

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s