Semua Ini Baik

“Everything happens for a reason”

Setelah 3 hari terkapar di tempat tidur, akhirnya kondisi tubuh mulai bersahabat. Banyak hikmah yang saya ambil dari sakit yang sempat saya derita beberapa hari belakangan. Ya.., tentunya saya harus meluangkan waktu yang lebih banyak bagi diri sendiri untuk beristirahat. Memang, beberapa minggu ini saya nampaknya kurang memperhatikan hal itu. Seperti begadang hingga tengah malam, malas minum air putih, hingga jadwal dan porsi makanan yang tidak teratur mungkin menjadi penyebabnya.

Dilain sisi, yang lebih menghawatirkan lagi, respon keluarga di rumah yang lebih heboh daripada saya, yang sedang merasakan kondisi tubuh saya. Kalau masalah kesehatan memang orang tua tidak ada kompromi. Satu hal yang selalu mereka khawatirkan jika saya jauh dari mereka, adalah soal makanan. Kebiasaan “nanti dulu deh” rasanya sudah melekat dalam diri saya jika berbicara masalah jam makanan, yang berujung pada makan yang tidak teratur dan kondisi tubuh yang melemah.

Pada suatu malam, saat kondisi tubuh saya mulai membaik, tiba-tiba pikiran saya melayang kemana-mana. Dalam benak saya berpikir, sehat ataupun sakit, hanyalah sebuah kondisi yang setiap saat pasti akan kita alami. Banyak rekan saya (termasuk saya sendiri) yang ketika sehat, malah hidup seenaknya, tanpa mau mendengarkan bagaimana sebenarnya kondisi tubuh kita. Namun ketika sakit, selalu menyalahkan diri, menyesal karena tidak menjaga kesehatan, dan memulai untuk hidup secara teratur. Ya… bagi saya itu manusiawi. Semua itu mungkin adalah proses bagi kita untuk menjadi lebih bijak untuk berbicara, mendengarkan diri kita sendiri.

Jika ada yang mengatakan sakit itu buruk dan sehat itu baik, mungkin kita perlu berpikir ulang bagaimana kita menyikapi hal tersebut. “Sakit itu baik, Sehat juga baik, Semua yang akan terjadi adalah baik.” Kata-kata Mario Teguh ini tiba-tiba melintas di pikiran saya. Ya, pada awalnya saya merasa biasa saja mendengar kata-kata tersebut. Namun pada malam itu, ketika saya terbaring diatas kasur, dengan kondisi tubuh yang belum fit, akhirnya saya hanya tersenyum, meresapi kata-kata tersebut. Tuhan memberi kita kesehatan, agar kita mampu berkarya untuk meningkatkan kualitas diri kita, entah itu melalui bekerja, belajar, bermain, atau lainnya. Namun ketika sakit, apakah baik juga? YA !. Ketika sakit, Tuhan memberi kita waktu lebih untuk beristirahat, untuk kembali menyadari bahwa kita adalah manusia biasa yang memiliki berbagai keterbatasan dalam hidup. Semua ini baik bukan?

Selesai.

2 thoughts on “Semua Ini Baik

  1. Kak Prasasta salam kenal. Saya tahu kakak dari SMA, dan saya tahu, kakak ga kenal saya walau dulu kita satu sekolah. Tapi ga apa-apa. Hehe…
    Ehm. Cuman mau bilang sama kakak, jangan pernah berhenti nulis, di blog ini. Karena hanya dari sini saja saya bisa baca tulisan kakak. Sekedar ngasi tahu, walau saya ga pernah komen sebelumnya, saya sudah baca smua tulisan di blog ini. Saya baru tahu blog kakak tahun 2013. Tengah malam, waktu saya lagi nyusun skripsi. Jadi saya bacanya nyicil. Hehe…
    Hal terpenting yang ingin saya sampaikan adalah, terima kasih atas tulisan-tulisannya. Membuat saya menjadi mencintai dan menghargai alam lebih dalam dengan segala isinya. Alam, orang tua, keluarga, sahabat, orang lain.
    Kakak sudah menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain, saya khususnya. Kalau ditanya saya paling suka tulisan kakak yang mana, saya jawab, “saya suka semua”. Banyak kisah inspiratif di dalamnya. Sekalipun itu resensi film. Kata salah seorang pembaca, tulisan kakak menyebarkan ion-ion postif, seperti itulah yang juga saya rasakan. Sangat berguna sebagai penyemangat, waktu lagi buat skripsi, entah apa hubungannya. Saya juga ga tau.
    Tetap menulis untuk kami kak. Salam untuk ibu, bapak, dan adik-adik kakak. Smoga dengan ini saya juga bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk kakak… hehehe…

    Kak, kopi itu segitu enaknya yah? He…
    Kapan mau buat buku kak?

    alam, alam, alam
    dalam, dalam, dalam
    alam dalam alam
    dalam alam dalam
    alam dalam
    dalam alam
    Everything happens for a reason

    Terima kasih untuk kakak, dan terima kasih untuk diri saya sendiri🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s