The Power of Kepepet

Selain menikmati peran sebagai “Injury Time Lovers” seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, mengawali bulan Agustus ini, saya akan bercerita tentang salah satu hobi unik saya yaitu, “menunda”. Entah kenapa saya merasa enjoy menceritakan hal-hal absurd seperti ini, ya inilah saya. Saya yakin anda semua pada dasarnya pernah terbuai oleh kebiasaan menunda suatu pekerjaan. Ungkapan penundaaan yang lumrah kita dengar misalnya, “Entar aja deh, Kan masih bisa besok, Lima menit lagi ya”. Oke, absolutely, dalam jangka pendek semua itu memang sangat nyaman di telinga kita, dan saya sangat menyukai bagian ini.

Saya sebenarnya adalah orang yang tidak terlalu suka dengan deadline, memang saya akui ada kepuasan tersendiri ketika menyelesaikan sesuatu lebih awal dari deadline yang ditentukan, tapi percaya atau tidak ada klimaks yang lebih “he-eh” (ungkapan puas maksimal) jika saya menyelesaikannya tepat waktu, ada tantangan tersendiri. Mungkin diantara blogers ada yang punya hobi yang serupa ? Semoga saja tidak ya.

Best Time ? It’s never come

Pernah pada suatu saat, saya diberikan tugas oleh seorang dosen di kampus dan deadline telah ditentukan seminggu dari hari itu. Sudah bisa ditebak, menunda memang menyenangkan. Hari pertama saya seolah tidak ingin tahu tentang tugas tersebut, “Kan masih bisa besok, toh deadlinya seminggu”, kata-kata peri bertanduk merah itu malah menjadi alasan bagi saya untuk menunda pengerjaan tugas tersebut. Pada hari kedua, sempat terbesit keinginan untuk mengerjakannya, tapi ajakan teman-teman saya untuk bermain futsal rasanya lebih menggiurkan dibanding hanya duduk manis mengerjakan tugas-tugas itu. Pada hari ketiga, saya semakin sadar bahwa waktu penyelesaian tugas semakin berkurang, bukannya langsung menyelesaikannya, saya malah mengambil kalender, berencana dalam pikiran, kapan kira-kira waktu yang tepat untuk mengerjakan tugas ini. Hari keempat berlalu, dan saya memutuskan untuk memulai mengerjakannya, dan diluar dugaan ternyata tugasnya sangat banyak, ada sedikit penyesalan kenapa baru mengerjakan pada hari itu, tapi Bondan Prakoso selalu berkata dalam lagunya, “Ya Sudahlah”

Underestimated dengan deadline penyelesaian tugas itu, tanpa diduga ternyata datang kiriman email tugas baru dari dosen yang berbeda dan dengan deadline yang sama dengan tugas sebelumnya. Yak dua tugas dengan deadline yang sama, mulailah sindrom stress, gelisah, galau melanda saya, lengkap ! Akhirnya saya terpaksa begadang, menyelesaikan tugas-tugas itu, dan akhirnya selesai. Setelah itu, sejenak saya berpikir, “Saya selalu mencari waktu terbaik bagi diri saya untuk mengerjakan sesuatu”. Tapi faktanya,  waktu itu tidak pernah saya temukan ketika saya hanya menunda pekerjaan dan hanya melihat kalender. Jadi pada intinya, tidak pernah ada waktu terbaik (best times), yang ada hanyalah waktu yang tepat untuk melakukan sesuatu, dan waktu yang tepat itu adalah “SEKARANG”.

Power of Kepepet

 Saya sangat percaya bahwa dibalik satu kekurangan kita, terdapat tiga, empat, bahkan lebih kelebihan yang kita miliki. Namun faktanya, kita lebih sering terfokus kepada kekurangan yang kita miliki, termasuk juga saya. Setelah membaca buku Science of Luck by Bong Chandra (saya sarankan anda segera membacanya), ada satu hal menarik yang saya temukan, bahwasanya,  Ada sensasi luar biasa ketika kita berada dalam posisi terdesak (deadline), setelah mengalami berkali-kali pengalaman saya berkesimpulan bahwa “Manusia akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya pada saat terdesak”.  Ada semacam energy yang luar biasa, yang tidak mungkin pun menjadi mungkin. Ya, itulah The Power of Kepepet. (Prs.2011)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s