“Ayunan” Kehidupan

 Pada suatu hari sambil menyantap makan siang disuatu tempat makan favorit saya, saya membaca sebuah artikel yang menarik karangan Renald Kasali, yang berjudul “Ekonomi Paradoks”, saya terinspirasi kata-kata pembuka dari artikel tersebut, yang mengutip pernyataan Charles Handy, “ Saat banyak orang mengeluh susah, sebenarnya kita sedang menuju keatas, sementara yang bersenang-senang dan merasa tak ada masalah, tengah menuruni tangga, meninggalkan ketinggian.”

Sejenak saya hanya diam, dan berhenti mengunyah makan siang saya, “ternyata bener juga ya” , kata saya dalam hati. Saya yakin dear reader pun pernah merasakannya bukan? disuatu titik kehidupan kita merasa sangat jenuh, beribu alasan untuk berhenti, begitu juga keinginan untuk menunda dan mengeluh. Tapi, ketika kita hanya “Just Do It” hasilnya kadang cukup bisa membuat kita terhibur, bahkan “whatever will be”  adalah sesuatu terbaik yang pantas saya dan anda terima.

Pernah kah anda mendengar seorang sahabat berkata, “Live must go on !”  atau “Move On !” . Ada hal yang dulu selalu mengganjal di benak saya, kenapa banyak orang mengindentikan perubahan yang lebih baik dengan kemajuan yang terjadi dalam hidup ? Atau sederhananya lagi, Kenapa kegagalan sangat diidentikan dengan kemunduran yang terjadi dalam kehidupan ? Bingung ? sebentar lagi kita menemukan jawabannya, teruskan membaca.

Sekedar flashback ke masa kanak-kanak, saat masa TK, pada jam istirahat saya dan teman-teman selalu berebut untuk bermain di taman bermain. Anda tahu apa permainan favorit kami ? Ayunan. Why? Sudah bisa ditebak, karena itulah satu-satunya mainan yang ada di TK saya kira-kira tahun 1996 silam. Cukup menarik ketika terinspirasi sesuatu  dengan mengingat-ingat masa kecil, masa-masa ketakutan saya akan diri saya yang “kecil”.

Oke dear reader mari sejenak kita banyangkan tentang “Ayunan”, Apa yang ada dipikiran anda ? Mungkin yang paling sederhana adalah gerakan ayunan itu, berayun kedepan, berayun ke belakang, berayun kedepan lagi, kemudian kebelakang lagi. Bukankah begitu ? Ketika akan mulai kita berayun kebelakang untuk mengambil haluan, agar mampu meluncur ke depan lebih tinggi, dan disanalah sensasinya.

Kalau dilihat sekilas memang simple, dan se-simple itulah kita seharusnya menjalani kehidupan, seperti “Ayunan”. Bersiap mengambil haluan ke belakang, lalu berayun ke depan, ke tempat yang lebih tinggi. Berayun ke belakang bukan berarti sebuah kemunduran, tetapi persiapan untuk bergerak jauh lebih hebat, menuju Kedepan ! Karena percayalah seberapun pijakan kita, itu selalu membawa kepada level kehidupan yang lebih baik, penyehatan rohani kita untuk bersiap melompat lebih tinggi dan menggapai mimpi. Semoga kita semakin bijak merespon apapun yang terjadi dalam hidup kita, apapun itu akan membuat kita lebih siap dan lebih kuat,

Best Regards, Prasasta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s