Me-time (1) : Unconcious Travelling

Halo Dear Reader, Senang sekali kembali menyapa Anda semua. Bagimana hari anda hari ini ? Semoga hari ini menjadi hari terbaik yang pernah anda lewati dalam hidup anda tentunya. Pada tulisan saya kali ini saya ingin berbagi tentang pengalaman spiritual pribadi saya. Entah kenapa hingga saat ini, setelah relaksasi dan meditasi saya merasakan ketenangan dalam diri saya.

Diriingi alunan Rhytm of Paradise milik salah satu seniman Bali, Gus Teja, yang berjudul Full Moon dan Morning of Happiness, saya duduk tenang diantara aroma therapy yang memenuhi sudut ruangan saya. Aroma yang selalu mengingatkan saya pada Ibu, Bapak, dan rumah kecil kami di sudut Pulau Dewata. Dalam mata yang terpejam saya melihat mereka semua seolah ada disamping saya, duduk bercerita dan tersenyum. Saya menikmati sekali momen dimana pikiran saya beristirahat dan hanya melihat apa yang disuguhkan begitu saja. Saya tidak merespon apa yang yang terjadi, hanya mengamati, melihat dalam mata yang terpejam.

Ini lagu Morning Happiness yang selalu menenggelamkan saya pada ketenangan, damai sekali🙂

Unconsious Travelling itulah istilah yang saya suka, untuk menyebut moment dimana pikiran bawah sadar saya berlari kesana-kemari ke banyak peristiwa dalam hidup saya. 10 menit berselang, saya duduk bersila, dan nafas pun mulai teratur, Darah dalam tubuh pun serasa mengalir begitu lambat, denyut jantung menurun, dan tubuh relaksasi sempurna, dan taukah Reader ? sangat damai rasanya.

Mungkin ada pernah merasakan hal yang serupa, misalnya ketika Reader sedang berdoa secara khusyuk, selalu ada perasaan tenang setelahnya. Bagi saya, doa adalah harapan, doa adalah waktu ketika saya dan anda “berbicara” kepadaNya. Lalu bagaimana dengan relaksasi dan meditasi? atau dalam kamus saya kedua hal itu lebih suka saya sebut  Unconcious Travelling. Bagi saya pribadi Unconcious Travelling adalah saat-saat kita mendengarkan Dia, Sang Pencipta.  Saya percaya Dia dapat berbicara dengan saya dan Anda dengan banyak cara, kita hanya tinggal menikmati saja, Indah sekali Reader !

Dear Reader, yang selalu menjadikan saya bersemangat untuk menikati sesi ini barang setengah hingga satu jam, adalah selalu ada motivasi baru dalam diri saya setelah saya melakukan Unconcious Traveling ini, ada semangat baru, dan ada target dan harapan baru dalam hidup saya. Semuanya harapan seolah menggantung 5 cm tepat didepan kening saya, saya melihatnya dengan jelas, dan menjadikan saya lebih semangat untuk mencapainya.

Di akhir sesi me-time saya kali ini, inilah yang menempel di kening saya, bahwa hidup saya adalah hal yang luar biasa. Selalu ada hal positif yang datang, dan menjadikan saya menjadi manusia yang lebih baik. Saya punya mimpi yang besar, yang saya perlukan hanya tangan yang bekerja lebih lama, kaki yang berjalan lebih banyak, mata yang lebih lama menatap, lapisan tekad yang lebih keras dari baja, hati yang lebih ikhlas, dan mulut yang selalu berdoa.

Sekian dulu ya sharing saya hari ini, semoga bermanfaat dan bisa menginspirasi Dear Reader semua. Ingat, We are driver in our life, not passanger ! Stay Positive dearest !

Best Regards, Prasasta

2 thoughts on “Me-time (1) : Unconcious Travelling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s