All is Good

 

ImageMenjadi “Tua” secara fisik adalah pasti, namun menjadi “Dewasa” memang merupakan sebuah pilihan bagi setiap orang. Menjadi sosok yang mumpuni dalam suatu hal tertentu belum tentu dapat dikatakan sebagai seseorang yang “Dewasa”. “Being complete and perfect” bagi sebagian orang mungkin hanya sebuah slogan belaka yang mereka baca dan ingat ketika mereka membaca sebuah buku motivasi atau mereka tengah menyemangati diri mereka sendiri.

Terlepas dari paradigma seperti itu, kadang-kadang (atau bahkan “sering”) respon yang kita berikan terhadap suatu hal sering kali bercermin pada apa yang terjadi, bukan pada apa yang seharusnya kita lakukan. Kesan akan suatu hal ditentukan dengan bagaimana kita merespon hal tersebut dari sudut pandang “Aku”, diri kita sendiri.

Ketika hujan turun dengan derasnya, kita memberikan respon dengan mengumpat, “Yah kok hujan sih ?”, ya pada intinya kita merasa terganggu dengan hujan yang mengganggu mobilitas kita saat di kantor. Manusiawi, bahwa kita mungkin kurang suka dengan kondisi jalanan yang becek dan berlumpur karena hujan tadi. Tetapi jika saja Saya dan Anda menjadi seseorang petani, hujan itu bagaikan anugerah untuk penghidupan kami, tentu saja kebutuhan air untuk pertanian tercukupi. Jadi yang kita rasa baik untuk diri kita belum tentu baik untuk orang lain, tergantung bagaimana mereka meresponnya.

Namun celakanya, kita lebih suka untuk merespon sesuatu secara berlebihan dan negative. Kita akan lebih cepat melihat perbedaan dari pada persamaan yang ada, tidak salah karena pola hidup seseorang berbeda-beda. Sederhananya, misalnya bagaimana kita merespon “kondisi sakit” yang terjadi pada diri kita. Sebagian orang merasa menderita jika “sakit” itu diderita. Banyak yang mengeluh, menyalahkan diri sendiri, sehingga semakin memperburuk kondisi mereka. 

“Sehat itu baik, Sakit Juga Baik” Pernahkah anda mendengar kata-kata ini. Ketika kita sehat sudah tentu kita mampu melakukan sesuatu yang lebih dari biasanya, namun ketika sakit, kenapa dikatakan baik ? Ternyata dengan sakit, kita diingatkan untuk beristirahat sejenak, kembali dalam kehidupan yang sehat, memperhatikan kondisi jasmani dan rohani kita, atau sebagainya. Jadi bagaimana bisa kita mengatakan sakit itu buruk.

Segala kejadian akan terjadi begitu saja, seperti drama ada bagian yang menyenangkan dan menyedihkan, dan seperti itulah hidup. Hidup kita ditentukan dengan bagaimana kita memberi respon terhadap sesuatu yang terjadi, bukan bagaimana sesuatu mengarahkan kita untuk menjadi apa kita nanti. Jika saja kita selalu mampu mengambil sisi positif dari suatu kejadian, alangkah indahnya hidup kita, karena apapun yang terjadi dalam hidup kita adalah sesuatu yang baik yang akan membawa kita pada suatu tahap pengenalan diri yang lebih baik. Semua ini Baik bukan ? All is Good 

2 thoughts on “All is Good

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s