Balada Puasa “Keringkerongkongan”

sumber : google.com

“Sahuuur… Sahuuur…. Sahurrr” gemuruh pemuda dilingkungan RT 007 mulai bergema, seolah membangunkan, mata saya tak bisa lagi terpejam, segera bergegas mengambil segelas air putih dan mencari sarapan sahur ala kadarnya. Bersama sahabat saya, Taufik, kami menikmati sahur pagi itu. Tidak banyak hal yang istimewa, lahap secepat-cepatnya, lalu kembali tidur dan siapkan stamina untuk ngantor pagi. Namun ternyata hal itu ndak berjalan sesuai kebiasaan, setelah sahur sulit rupanya untuk tertidur dengan kondisi perut yang “penuh”. Saya duduk sejenak, dan akhirnya memutuskan untuk morning yoga, kebiasaan yang mulai jarang dapat saya lakukan ketika pagi, sejak bertugas di Jakarta.

Duduk dengan rileks, mengatur nafas, memejamkan mata, dan bergelut dengan keheningan, momen sederhana yang selalu saya rindukan. Dalam meditasi dan yoga saya menemukan diri saya yang damai. Sebuah perasaan yang natural, dimana setiap orang selalu mendambakan sebuah ketenangan. Ngomong-ngomong soal puasa, berhubung bulan ini adalah bulan Ramadhan, saya memutuskan untuk ikut puasa, terlepas dari soal sulitnya mencari warung makan yang buka bagi non muslim. Entah kenapa momen puasa itu sangat unik bagi saya, saya melihat dari sisi universal, bahwa puasa itu lebih dari sekedar menahan rasa lapar dan haus saja.

Hampir kurang lebih 9 jam berada di kantor dan bergelut dengan aneka macem pekerjaan (udah kayak jus aja), nampaknya kali ini saya merasa perubahan yang lumayan berarti pada tubuh saya. Bibir mulai mengering, tenggorokan terasa gersang, dan pasti tubuh agak melemas. Ya begitulah, mungkin dialami oleh sahabat muslim yang sedang melaksanakan puasa di awal-awal Ramadhan. Rasanya hampir setiap saat saya melirik jam dinding, “kok lama banget ya pulang kantornya”, hehe🙂 Pengalaman baru bagi saya,Tapi disanalah saya merasa endurance mental saya mulai diuji, “Puasa hari ini pokoknya harus lancar” dalam benak saya.

Akhirnya jam menunjukan pukul setengah lima sore, saya segera menuju lift dengan rekan kerja, finger print, dan bergegas pulang. Seperti biasa, saya selalu menyempatkan diri untuk berjalan kaki dari kantor saya di daerah Lapangan Banteng menuju Terminal Senen, untuk kemudian naik metromini menuju kost. Sekitar 15 menit jika berjalan dengan gaya saya (jalan cepet), Oke Jalanan mulai padat, semua pada ngejar waktu berbuka, polusi asap kendaraan menghiasi jalanan menuju Senen. Saya mempercepat langkah menuju terminal, setibanya, metromini telah menunggu dan MACET ! Lengkap sudah hari ini saudara-saudara😦

Ditengah deruan haus dan lapar, kondisi jalan yang stag, asap kendaraan yang bergumul, serta bunyi klakson yang membisingkan, rasanya ingin cepet sampai di kost, dan langsung guyuran di bawah shower. Mungkin saat-saat itu adalah dimana puasa saya diuji.Yahh.. apa boleh buat ya, sejenak saya menyadari bahwa saya dan para pengemudi yang membunyikan klakson itu adalah sama, sama-sama haus, sama-sama laper, sama-sama capek, dan sama-sama ingin berbuka bersama keluarga. Semua ingin cepat, dan mudah, namun memang harus diakui, tidak semua bisa bersabar. Raut muka jenuh para penumpang metromini pun mulai terlihat jelas. Saya menyadari ini adalah saat-saat sulit bagi mereka dan tentu juga bagi saya. Tapi dibalik itu saya banyak belajar🙂

Sejenak setelah kejadian itu, Puasa bagi saya, ndak Cuma nahan laper haus aja, tapi lebih kepada bagaimana saya bisa lebih bersahabat dengan diri saya, pikiran saya, dan ego saya. Mampu mengendalikan diri dan tetap berpikiran positif, adalah esensi lebih dari sekedar lapar dan haus. Semoga dengan momen ini, kita semakin mengenal diri kita lebih baik, semakin dekat kepadaNya, dan semakin peduli dengan sesama. Oya, ndak lupa juga saya mengucapkan Selamat menjalankan ibadah puasa ya bagi sahabat-sahabat yang beragama muslim, semoga bulan ini penuh berkah, dan selalu dalam lindungan-Nya.

Ngomong-ngomong nih ye, Segelas es kelapa muda udah dituang, seger banget nih kayanya, Nanggung kalo mau cerita lagi. Sampai disini dulu, Selamat Berbuka Kakak🙂

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s