Mencintai Indonesia Lebih Dalam

Image

 Belakangan saya semakin menikmati perjalanan pendakian gunung. Bagi saya  setiap perjalanan yang telah terjadi adalah sebuah pencapaian, sederhananya saya telah melewati batas-batas keraguan dalam diri saya. Beberapa hari yang lalu saya dan 37 orang teman sekantor melakukan perjalanan ke Garut, Jawa Barat. Tujuan kami adalah melakukan pendakian Gunung Papandayan. Salah satu gunung yang terkenal dengan eksotisme kawah belerang, taman edelweis Tegal Alun dan Hutan Mati.

Perjalanan saya kali ini rada ekstrim, pasalnya perjalanan 7 jam yang saya tempuh dari Jakarta menuju Garut dilewati diatas truk dengan bak terbuka. Udara dingin jalanan menerobos masuk begitu saja, tapi sensasinya luar biasa. Mengutip kata-kata Agustinus Wibowo, “Perjalanan adalah sebuah kebebasan”. Saya benar-benar merasakannya, membiarkan angin jalan menyapu wajah, melihat ke atas, dengan mata tertutup, menarik nafas dan mengeluarkannya perlahan itulah yang saya lakukan.

Sejenak terlintas raut wajah Bapak, Ibu, Adik, almarhum kakek, lalu dingin udara Cisurupan menyapunya kembali. Tak ada yang menyangka, kadang hidup memberi kita begitu banyak pilihan. Pilihan yang menjadikan kita apa, membawa kita kemana, bahkan bersama siapa. Kadang juga saya berpikir bahwa Tuhan telah menyiapkan rencana yang lebih besar dari apa yang saya rencanakan untuk diri saya sendiri. Life’s Adventure !

Pikiran saya mulai mendaki kedalam, siapa saya ? seberapa saya berharga dimata orang lain? lalu, apa tujuan hidup saya? Hanya bertanya namun tak berusaha untuk menjawab. Manusia memang unik, bertanya tanpa berharap adanya jawaban, hanya sekedar bertanya untuk menghilangkan gundah. Saya teringat kata-kata Paulo Coelho, “Berhentilah mencari, maka engkau akan menemukan”, Pikiran bawah sadar saya sejenak membantah, “Bagaimana bisa?”, Sejenak hening lalu terlintas kata ini di pikiran saya, “Mencobalah Mencintai”.

Kaki-kaki kecil saya mulai menapaki batu kawah belerang, menuju puncak Papandayan. Sungguh berlimpah anugerah Tuhan. Saya sependapat dengan kata-kata seorang sahabat bahwa kamera terbaik adalah matamu, saya berusaha mengabadikan momen yang mungkin tidak bisa saya ulangi lagi. Satu sisi saya menyadari, belum banyak yang saya lakukan untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik. Misalnya saja, hanya mengeluh menyalahkan situasi, tanpa bisa menjadi bagian dari solusi.

Indonesia? sepertinya masih jauh dari harapan. Banyak perubahan yang orang inginkan, namun tak semuanya siap menjadi bagian dari solusi. Dan orang itu, salah satunya adalah saya. Mencintai tanah air Indonesia tak bisa dilakukan dengan orasi, demonstrasi, atau sebatas “omong  doang”. Indonesia perlu tindakan nyata. Itulah motivasi terbesar saya melakukan pendakian dari puncak ke puncak. Sebelum mencintai Indonesia, saya harus mengenal apa yang akan saya cintai, saya harus mengenal Indonesia. Salah satu hal yang sederhana adalah mengenal alam dan segala keindahannya. Saya berpesan pada diri saya sendiri, “Lakukan apa yang bisa dilakukan, jangan mengeluh, optimis, dan Ikhlas”.

Ada Salam Dari Indonesia😀

2 thoughts on “Mencintai Indonesia Lebih Dalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s