Surat Untuk Sahabat

Image

Keluarga Besar DJKN 2012

 

“Indonesia tanah air beta, Pusaka Abadi nan jaya…

Indonesia sejak dulu kala, selalu di puja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta, dibuai dibesarkan Bunda,

Tempat berlindung di hari tua..

Sampai akhir menutup mata”

 Kepada dirimu yang akan menempuh perjalanan mengarungi Nusantara.

Sahabat, kita telah terpilih untuk memasuki suatu pintu yang sama, mungkin kata orang “impian”, bagi orang tua kita mungkin “harapan”, bagi sebagian mereka adalah “tanggung jawab”, namun bagiku adalah “sebuah keluarga”.  Aku tahu setiap pertemuan adalah awal dari perpisahan, kita tak bisa menolak, itu pasti terjadi. Namun kita bisa menyimpan kenangan untuk kau ceritakan pada anak cucumu. Ceritakanlah tentang senyum lebarmu  ketika menghampiri mesin ATM di awal bulan, lalu saat menyambut senja dalam kemacetan ibu kota, prestasi gemilangmu mengharumkan rumah tempat kita bernaung saat ini, tentang perjalanan kita mencintai negeri ini lebih dalam, hingga senyum tipis melihat isi dompet ketika akhir bulan.

Satu tahun bukan waktu yang singkat bagi kita untuk menjadi sebuah keluarga. Sadarilah keluarga bukan hanya karena ikatan darah, lebih dari itu kita telah membuktikan keluarga sebagai suatu ikatan rasa. Perjalanan kita penuh dengan cerita tentang perjuangan. Aku tak pernah meragukan sedikitpun akan kemampuanmu kawan, aku hanya ingin kita saling menjaga & mengingatkan. Kita bagai selembar mozaik bergambar, kehilangan satu bagian akan mengurangi indahnya mozaik itu, mozaik itu harus dijaga.

Sahabatku, keberadaan kita saat ini tak kan pernah lepas dari doa-doa ayah dan ibu kita setiap malam. Bahagiakan mereka dengan pencapaian-pencapaian terbaikmu. Ingatlah perjuangan mereka membesarkanmu, kasih sayang mereka mendidikmu, dan harapan mereka yang kini berada di tanganmu. Jalan kita masih panjang, Ujian selalu membuat kita naik kelas, menjadi pribadi yang lebih baik. Lanjutkan mimpi-mimpi mu, Salah satu cara menghargai mimpi kita, adalah dengan meraihnya.

Sahabat, yakinkan padaku, saat kau telah membaca surat ini tak setetes air matapun mengalir dari mata indahmu. Jangan sekalipun kau menangis karena mungkin sebentar lagi kita akan berpisah, tapi tersenyumlah karena ini semua telah terjadi. Engkau, Aku, dan Kita telah memainkan peran terbaik dalam drama ini. Saatnya babak baru, skenario baru akan segera dimulai. Ibu Pertiwi menunggu baktimu, Selamat Jalan Sahabat terbaikku !               

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s